Selamat Datang di Uchavision Semoga Bermanfaat | Pasang Iklan Baris Gratis

Wednesday, March 4, 2015

Sejarah Candlestick


candlestick homma munehisa
Sejarah candlestick bermula dari Munehisa Homma, seorang pengusaha beras di Jepang pada tahun 1700-an yang paling terkenal dalam memprediksi pergerakan harga-harga beras pada masanya dan masa yang belum terjadi dengan menggunakan harga-harga yang sudah lalu.


Era Shogun Tokugawa.

Di akhir tahun 1500-an hingga pertengahan 1700-an Jepang memiliki 60
propinsi dan bersatu menjadi Negara dengan jalur perniagaan yang pesat.

Kurun waktu 1500 sampai 1600, Jepang merupakan Negara yang dipenuhi peperangan antara “daimyo” ( yang berarti “Tuan Feodal” ) yang satu dengan “daimyo” lainnya untuk saling memperebutkan wilayah yang
berdekatan. Jaman yang tidak teratur ini disebut dengan “Jaman Peperangan Negara” atau dikenal dengan “Sengoku Jidai”.

Pada suatu hari di awal tahun 1600-an muncul 3 orang Jenderal yang luar biasa yang bernama Nobunaga Oda, Hideyoshi Toyotomi, dan Ieyasu Tokugawa yang brehasil menyatukan Jepang selama 40 tahun kedepan. Prestasi dan usaha yang mereka dapatkan tetap diperingati dalam sejarah dan adat istiadat orang Jepang.

Beberapa orang Jepang mengatakan : “Nobunaga menumbuk padi, Hideyoshi mengaduk adonan, dan Tokugawa yang memakan kuenya”.  Dengan kata lain, ketiga Jenderal inilah yang berperan dalam menyatukan Jepang, tetapi Tokugawa orang terakhir dari Jenderal hebat ini yang kemudian menjadi
seorang Shogu. Keluarga Shogun Tokugawa kemudian memerintah Negara Jepang dari tahun 1615 sampai 1867.

Dalam masa kpemimpinannya, strategi kemiliteran yang diterapkannya yang membuat Jepang selama berabad-abad telah menjadi bagian awal dalam terminology Candlesticktick.

Kemampuan dalam strategi, psikologi, kompetisi, strategi untuk membalikkan keadaan dan keberuntungan menjadi kebutuhan dalam memenangkan peperangan. Jadi tidaklah mengherankan dalam candle stick terdapat istilah “Advancing Three Soldiers Pattern”, “Counter Attack Lines”, dan sebagainya.

Stabilitas relative dari sistem pemerintahan pusat Jepang yang dipimpin oleh Tokugawa menawarkan kesempatan baru. Perekonomian agraris berkembang pesat dan yang terpenting terjadi pengembangan dan kemudahan dalam perdagangan domestic.


Perdagangan beras dan kupon beras.

Pada abad ke 17 perdagangan nasional lambat laun menggantikan sistem perdagangan pasar local yang terisolasi. Konsep perdagangan terpusat menjadi cikal bakal dari analisa teknikal di Jepang.

Sebelum tahun 1710, rakyat Jepang melakukan transaksi perdagangan beras dengan cara menukarkan beras dengan beras asli lainnya. Transaksi yang terjadi adalah mereka menawar, meningkatkan penukaran beras dan menentukan harga pasar.

Setelah mengalami perkembangan jaman dan pergeseran bertransaksi hingga tahun 1710, perdagangan beras ini kemudian mulai menggunakan tanda terima yang dikenal dengan kupon beras. Tanda terima beras inilah yang menjadi kontrak pertama antar pedagang yang pertama.

Perdagangan beras saat itu menjadi dasar dari kemakmuran kota Osaka, yang mana terdapat lebih dari 1.300 distributor beras.

Pada saat itu, selain tidak mempunyai nilai mata uang yang standar (saat itu masa peralihan dari mata uang koin menjadi alat tukar lainnya gagal ) beras menjadi penukaran defakto menengah.

Jika seorang daimyo yang sedang membutuhkan uang, ia akan mengirim kelebihan berasnya ke Osaka dan kemudian akan disimpan dalam gudang dengan label namanya, dan kemudian ia akan menerima kupon sebagai tanda terimanya. Ia pun dapat menjual kuponnya setiap saat.

Berhubung karena masalah pajak yang dirasakan oleh para daimyo, mereka pun sering menjual kupon berasnya untuk menghindari pajak pengiriman beras berikutnya dari pemerintah ( pajaknya 40% – 60% yang harus ditanggung oleh daimyo  sesuai dengan panen dan dibayar dalam bentuk beras )

Dengan adanya sistem kupon ini, merupakan solusi yang sangat efektif dijalankan dalam perdagangan.
Kupon beras yang dijual untuk menghindari pajak pengiriman berikutnya inilah yang menjadi “world first future contract

Kupon beras biasa disebut sebagai kupon “beras kosong” ( dimana beras tidak dimiliki dalam bentuk phisik sesungguhnya )


Munehisa Homma

Dari latar belakang inilah lalu kemudian muncul seseorang yang bernama Munehisa Homma (1724 – 1803 ).

Homma merupakan anak bungsu dari seorang saudagar kaya di Jepang. Ia kemudian ditunjuk untuk meneruskan bisnis keluarganya pada tahun 1750. Homma memulai kegiatan berdagang berasnya di perdagangan local dengan kota pelabuhan yang bernama Sakata, yang merupakan area pusat untuk
mengumpulkan dan mendistribusikan beras.

Dalam istilah candle stick terdapat istilah “Sakata’s rules”, sebutan ini ditujukan kepada Homma atas kepiawainya dalam memahami pergerakan pasar. Dari hal tersebut kemudian Homma juga dikenal sebagai “God of the market”.

Dengan modal pengetahuannya ini Homma terjun kedalam transaksi perdagangan beras terbesar di Osaka yaitu di Dojima dan memulai transaksi perdagangan berasnya hingga dia menjadi popular di masa depannya.

Kekuasaan Homma sangat mempengaruhi harga pasaran beras, ia mengumpulkan laporan cuaca tahunan dan menganalisa transaksi perdagangan beras di Yodoya ( perdagangan beras Dojima di Osaka ) demi mempelajari psikologis dari para investor.

Bahkan ia juga menempatkan para pekerjanya diatap dengan bendera untuk mengirim sinyal perdagangan dari Osaka hingga Sakata.

Dengan ketekukan dan keteladanan Homma, ia berhasil mendominasi perdagangan di Osaka. Setelah itu, Homma mulai mengembangkan sayapnya di pasar Regional Edo ( yang sekarang dikenal dengan Tokyo ).

Keberuntungannya sangat berlipat ganda, bahkan konon banyak sekali yang mengatakan keuntungan yang didapat oleh Homma pernah mencapai 100 kali berturut-turut.

Nama besar dan rasa hormat orang-orang di Edo kepada Homma dituangkan dalam lagu :

“Jika di Sakata ( kota tempat tinggal Homma ) bersinar, maka berawan di Dojima ( perdagangan beras Dojima di Osaka ) dan hujan di Kuremae ( perdagangan Kuremae di Edo ).”

Dengan kata lain jika terdapat panen beras yang bagus di Sakata, harga beras turun diperdagangan beras Dojima, dan harga beras jatuh di Edo.

Lagu ini menceritakan betapa besarnya pengaruh kekuasaan Homma dan strateginya di pasar perdagangan beras.

Kedepannya Homma menjadi konsultan bagi pemerintah dan diberi gelar samurai. Ia meninggal pada tahun 1803. Sebelum meninggal, Homma sempat menulis buku yang diperkirakan ditulis pada tahun 1700-an yang berjudul “Sakata  Senho  dan Soba Sani No Den”. Buku ini menceritakan tentang prinsipnya berdagang, seperti yang ia terapkan dalam perdagangan beras.

Buku tersebut sangat mempengaruhi metodologi dan sejarah candlestick di Jepang dan hingga sekarang telah menjadi metode paling popular dalam transaksi bursa saham melalui pendekatan analisa teknikal.

sumber

Cara Order dan Pending Order Metatrader 4

Pada platform MetaTrader 4 (MT4) terdapat dua cara untuk melakukan transaksi order, yaitu dengan Istant Execution atau Market Execution dan Pending Order.
Istant Execution atau Market Execution yaitu dimana order akan di eksekusi pada saat harga bergerak saat itu juga , sedangkan Pending Order dimana order akan di eksekusi pada harga yang sudah ditentukan

Istant Execution atau Market Execution

  1. Klik New Order
  2. Masukan jumlah Volume Transaksi
  3. Pilih Type : Istant Execution atau Market Execution
  4. Masukan Stop Loss
  5. Masukan Target Profit
  6. Klik Sell atau Buy 

Atau bisa juga menggunakan platform One Click Trading
Klik ikon ▲ pada pojok kiri atas chart




Pending Order
  1. Klik New Order
  2. Pilih Type : Pending Order
  3. Type Pending Order : Limit atau Stop
  4. Masukan jumlah Volume Transaksi
  5. Masukan nilai angka yang akan anda pasang.
  6. Masukan Stop Loss
  7. Masukan Target Profit
  8. Klik Place
 

Mengenal Menu dan Fungsi Metatrader 4



Menu File
  • New chart : untuk membuka chart / grafik baru
  • Open offline : untuk membuka chart namun tidak terkoneksi dengan server ( chart tidak bergerak )
  • Close : untuk menutup chart yang sedang ditampilkan
  • Save as : untuk menyimpan data dari chart yang sedang ditampilkan
  • Save as picture : untuk menyimpan tampilan chart yang sedang ditampilkan sebagai gambar.
  • Open an account : untuk membuka account baru
  • Login : untuk masuk ke metatrader dengan account yang dimiliki
  • Print setup : untuk mengatur printer dan kertas
  • Print preview : untuk melihat tampilan sementara sebelum di print
  • Print : perintah untuk mencetak pada printer
  • Exit : untuk menutup metatrader

Menu View
Ini untuk membberikan perintah apa -apa saja yang akan ditampilkan pada jendela metatrader
  • Status bar : untuk menampilkan status koneksi dengan server
  • Tool bar : untuk mengatur tool apa saja yang akan ditampilkan pada tool bar
  • Language : untuk mengatur bahasa yang akan digunakan oleh metatrader
  • Market wath : untuk menampilkan jam server dan data market
  • Data window : untuk menampilkan apa saja yang ada pada tampilan chart
  • Navigator : untuk menampilkan account , indikator , expert advisor dan script yang bisa digunakan
  • Terminal : untuk menampilkan data keluar masuknya transaksi , berita dan pesan
  • Strategy tester : untuk menampilkan jendela uji coba expert advisor
  • Tool bar : untuk mengatur tool apa saja yang akan ditampilkan pada tool bar

Menu Insert
Fungsi menu insert adalah untuk memasukan / menyisipkan sesuatu pada chart yang sedang ditampilkan. Biasanya yang disisipkan adalah objek dan indikator.
  • Indicator : untuk manambahkan indikator kedalam chart
  • Lines : untuk menambahkan objek berupa garis ke chart
  • Channel : untuk menambahkan objek berupa jenis chanel
  • Fibonnaci : untuk menambahkan indikator jenis fibonnaci
  • Shape : untuk menambahkan bentuk rectangle, triangle, elipse ke chart
  • Arrow : menampilkan beberapa jenis arrow
Sorchut atau Icon Menu


 
  1. New charts
  2. Profil
  3. Market watch
  4. Data windows
  5. Navigator
  6. Terminal
  7. Strategy tester
  8. New order
  9. Meta editor
  10. AutoTrading
  11. Bar chat
  12. Candlestik
  13. Line chart
  14. Zoom in
  15. Zoom out
  16. Tile Windows
  17. Auto scroll
  18. Chart shift
  19. Indicator
  20. Periods
  21. Templates

  1. Kursor
  2. Crosshair
  3. Vertical line
  4. Horizontal line
  5. Trendline
  6. Equidistant chanel
  7. Fibonacci retracement
  8. Text
  9. Text label
  10. Arrows
  11. 1Minute
  12. 5Minute
  13. 15Minute
  14. 30Minute
  15. 1Hours
  16. 4 Hours
  17. Daily
  18. Weekly
  19. Monthly

Hot Keys atau Shortcut
  • “→” dan “←” : Menggeser grafik ke kanan dan ke kiri.
  • “↑” dan “↓” : Menggeser grafik ke kanan atau ke kiri dengan cepat, dan jika grafik memiliki skala akan bergerak ke atas atau ke bawah.
  • Page Up : Menggeser grafik ke kiri dengan skala yang lebih besar.
  • Page Down : Menggeser grafik ke kanan dengan skala yang lebih besar.
  • Home : Menggeser grafik ke awal periode waktu
  • End : Menggeser grafik ke akhir perioder
  • “-“ : Melakukan ‘zoom out’ pada grafik
  • “+” : Melakukan ‘zoom in’ pada grafik
  • Delete : Menghilangkan semua objek grafik yang telah dipilih
  • Backspace : Menghilangkan objek grafik terakhir yang dimasukkan ke dalam grafik
  • Enter : Membuka atau menutup jendela navigasi cepat
  • Esc : Menutup jendela dialog
  • F1 : Membuka “userguide”
  • F2 : Membuka jendela “History Center”
  • F3 : Membuka jendela “Global Variables”
  • F4 : Mendownload “Meta Editor”
  • F5 : Berganti ke profil selanjutnya
  • F6 : Membuka jendela “Tester” untuk menguji expert yang ada di grafik
  • F7 : Membuka jendela properties dari expert yang ada pada grafik
  • F8 : Membuka jendela “Properties” dari grafik
  • F9 : Membuka jendela “New Order” untuk membuat posisi baru
  • F10 : Membuka jendela “Popup Price”
  • F11 : Melakukan pergantian mode ‘full screen’
  • F12 : Menggeser grafik satu periode ke kiri
  • Shift + F12 : Menggeser grafik satu periode ke kanan
  • Shift + F5 : Berganti ke profil sebelumnya
  • Alt + 1 : Mengganti grafik ke dalam bentuk ‘barchart’
  • Alt + 2 : Mengganti grafik ke dalam bentuk ‘candlestick’
  • Alt + 3 : Mengganti grafik ke dalam bentuk ‘line chart’
  • Alt + A : Meng-copy semua test atau optimasi ke dalam clipboard
  • Alt + W : Membuka jendela pengaturan grafik
  • Alt + F4 : Menutup terminal MetaTrader
  • Alt + Backspace atau Ctrl + Z : Membatalkan penghilangan object dari grafik
  • Ctrl + A : Mengatur ketinggian jendela indicator secara default
  • Ctrl + B : Membuka jendela “Object List”
  • Ctrl + C atau Ctrl + Insert : Untuk melakukan fungsi copy ke clipboard
  • Ctrl + E : Menjalankan fungsi ‘expert advisor’
  • Ctrl + F : Menjalankan fungsi ‘crosshair’
  • Ctrl + G : Memperlihatkan atau menyembunyikan ‘grid’
  • Ctrl + H : Memperlihatkan atau menyembunyikan garis OHLC
  • Ctrl + I : Membuka jendela “Indicator List”
  • Ctrl + L : Meperlihatkan atau menyembunyikan volume
  • Ctrl + P : Mencetak grafik
  • Ctrl + S : Menyimpan grafik dalam bentuk "CSV", "PRN", "HTM"
  • Ctrl + W atau CTRL + F4 : Menutup jendela grafik
  • Ctrl + Y : Memperlihatkan atau menyembunyikan pemisah periode
  • Ctrl + D : Membuka atau menutup “Data Window”
  • Ctrl + M : Membuka atau menutup jendela “Market Watch”
  • Ctrl + N : Membuka atau menutup jendela “Navigator”
  • Ctrl + O : Membuka jendela “Options”
  • Ctrl + R : Membuka atau menutup jendela “Tester”
  • Ctrl + T : Membuka atau menutup jendela “Terminal”
  • Ctrl + F6 : Mengaktifkan jendela grafik berikutnya
  • Ctrl + F9 : Membuka jendela “Terminal – Trade”.

dikutip dari sumber

Tuesday, March 3, 2015

Akrobat Bola

Kumpulan Akrobatik Main Bola. Mulai dari yang real sampai yang berupa mainan. Sungguh memerlukan skills yang luar biasa. bagi anda yang merasa jago bisa ndak main akrobatik bola seperti di video ini




Wednesday, December 24, 2014

Analisa Emas 24 Desember 2014: Cari Posisi Sell Dengan Dua Skenario

Emas masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar 1170.59 – 1183.10. Kecenderungan untuk hari ini adalah bearish dan skenario untuk hari ini adalah mencari posisi SELL setidaknya dengan dua alternatif skenario. Skenario pertama adalah menunggu tembusnya support 1170.59, dengan sasaran pergerakan selanjutnya hingga kisaran 1162.86 – 1158.08. Skenario ke-2 adalah memperhatikan area resistance yang berada di kisaran 1183.10 – 1190.84. Anda bisa mencoba untuk kembali mencari sinyal jual jika pull-back terjadi ke area tersebut, dengan potensi target di kisaran 1178.32 – 1170.59. Hati-hati jika terjadi penembusan ke atas resistance 1190.84 karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan kemungkinan besar akan kembali mengangkat emas hingga kisaran 1195.62 – 1203.35.

ANALISA EMAS FOREXIMF 12-24-2014

Cek Resi Kiriman Anda